Postingan

SANI • Pranata Bakar Batu dari Suku Meck di Pegunungan Papua

Gambar
   Secara keseluruhan di dataran tinggi Pegunungan Papua, umumnya bakar batu hanya dikenal di kawasan ini. Namun memiliki sebutan, tradisi dan prosedur memantek yang berparak dari tiap suku di masing-masing wilayah adat. Lebih eksklusif, untuk masyarakat suku Meck. Pranata bakar batu dalam bahasanya lebih dikenal dengan sebutan " Sani ". Seperti itu, acap kali mereka menyebutnya dalam setiap perhelatan pesta adat. Sani adalah pesta adat yang dilakukan sebagai perayaan untuk berbagi interaksi sosial dan cenderung memperkuat standar budaya dalam kebersamaan hidup orang Meck. Tradisi ini dilakukan turun-temurun dan telah menjadi warisan leluhur dalam kebudayaan, baik itu yang dilakukan secara individu maupun kelompok. Adat-istiadat dalam proses perhelatan Sani memiliki nilai kultural bersifat magsi-religius yang dihormati dan dipatuhi dalam kehidupan budaya orang Meck. Sebagai makhluk budaya, tradisi ini diilhami sebagai kemampuan menciptakan kebaikan, keadilan, dan tanggung...

MASA LIBURAN DI PARASAKH • Kisah Hidup Orang Meck di Pegunungan Volmimpi

Gambar
Saat Musim Kemarau adalah momen yang paling dinanti-nantikan. Memulai kehidupan di sini agak drastis, musim pun secara bertalian akan bergantian. Terlihat para pria memegang sebuah Panah ( Yin ) beserta seikat anakkan panah ( Pee'i, Puss, Mall)  yang disandarkan di atas bahu, beserta sebuah Kampak digantungkan pula, Parang yang juga tak pernah absen di tangan sebagai penebas rumput berembun di tengah jalan. Disusul belakangan oleh ibu-ibu dan para gadis yang elok, dengan memikul Noken ( Akh ) yang bertaraf dari kepala menjulang hingga ke belakang. Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan saat segerombolan Babi ( Pham ) yang mengikuti majikannya, seekor Anjing ( Kam ) menjadi pengawal setia dalam setiap petualangan. Nampaknya enggan, ketika suasana pemukiman warga seketika hening, disertai kekeringan yang berkepanjangan. Matahari akan amat panas, kali-kali mengering, tak ada lagi tetesan deru hujan dari langit biru. Semua pintu rumah telah tertutup, dedaunan hijau diselipkan p...

Kom: Legenda Cerita Rakyat Suku Yale

Gambar
K om adalah sebuah dongeng atau cerita rakyat yang paling fenomenal sepanjang masa dan sebagai pewarisan nilai dan konsep hidup dalam kehidupan orang Yale turun temurun dari nenek moyang hingga kini. Kom sebagai bentuk Karya Sastra yang mengandung pesan moral bahkan terkesan sebagai kejadian sungguhan. Walau Kom diceritakan secara fiktif dan imajinatif, namun asyik dan menarik hingga para pendengarnya merasa terhibur dalam Yuwi ( rumah adat pria ). Karya sastra ini, yang kerap orang Yale menyebutnya " Kom ". Kisah dalam Kom memiliki karakteristik tersendiri yang unik dan khas. Anekdot Kom juga mengandung unsur hiburan bersifat jenaka, terenyuh tetapi juga pendidikan akan nilai luhur, pengalaman spiritual, petualangan intelektual, serta peristiwa sosial di Masyarakat. Umumnya diceritakan hanya pada malam hari sebelum tidur. Usai seluruh aktivitas keseharian berkebun, berburu dan lainnya. Bunyi jangkrik adalah suatu tanda malam yang sangat baik untuk pulang ke " Ke...

Masa-Masa Awal Kehidupan

Gambar
Senin pagi di bulan Januari 1997 tertanggal 17 itu bermula di pinggiran Pegunungan Timur, Kampung Kosarek. Sebagaimana hari senin biasanya.  Aku di lahirkan di sana dan aku mengenal baik hiruk-pikuk kehidupan di tempat itu. Terdengar suara anak-anak yang bermain di jalan bercampur dengan riuhnya salakan babi-babi dan anjing-anjing serta ayam-ayam. Aku sedang menikmati mandi seninan ku di atas loyang yang halus di dapur rumah petak kami. Kami hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos. Angin dari lembah bagian lapangan terbang yang bertiup tampaknya enggan mengenai seluruh tubuh ku saat Ibu melabkan dengan sebuah handuk bertulisan UCU.  SSB (Single Side Band) di salah satu sudut ruangan yang nyaris tanpa isi itu menambah semacam iringan untuk acara dengar-dengaran kami. Ayah mematikan SSB itu sebentar saat datang khidmat dari jam 11 terdengar dari SBB. Aku, di usia 3 tahun, lebih tertarik dengan bunyi permainan dari jalanan daripada suara SSB yang berdengung. “oh” seru ib...

Perbukitan Pinia Menyimpan Nafas Leluhur: Kampung Bersejarah di Jantung Papua

Gambar
Di jantung Papua, di sebuah tempat tinggi yang seolah menyentuh langit, terbentang perbukitan Pinia, sebuah kawasan purba yang terletak di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Pinia dikepung oleh dua gunung agung: Inin di selatan dan Sevem di utara. Di sisi timurnya, pegunungan Fola membuka celah menuju hamparan dataran lembah Lolin, sementara ke arah barat, siluet gunung-gunung kehitaman menjulang, mengabarkan jarak dengan Lembah Baliem yang bersembunyi di balik punggungnya. Pagi hari di Pinia adalah puisi yang hidup. Matahari muncul perlahan dari celah-celah Fola, menembus kabut dan menyentuh pucuk perbukitan Mingkifu, puncak yang mengawasi Pinia dari atas. Cahaya pagi memandikan dua gunung sekitarnya dalam kemilau hangat, memantul di lembah kali Sesom, seolah sang surya menuruni tangga langit untuk menyapa bumi. Udara pagi begitu sejuk dan bersih, menggantikan dinginnya malam dengan pelukan hangat sinar mentari. Tak ada permulaan hari yang lebih indah daripada duduk sejena...

Negeri Seribu Satu Sejarah di Perbukitan Pinia

Gambar
Ada sebuah negeri di sudut timur Papua, di mana langit lebih biru dan angin lebih bijak. Di sanalah Pinia, perbukitan yang tak sekadar menggugah mata, tapi juga menggetarkan jiwa. Di hamparan Folmimpi yang membentang megah, setiap lekuk bukit, desir angin, dan jejak kaki manusia menyimpan cerita panjang—kisah tentang peradaban Meck yang telah mengalir melampaui zaman. Safari ini bukan sekadar perjalanan kaki. Ini adalah ziarah nurani. Sebuah langkah pelan menelusuri jejak sejarah, meresapi denyut masa lalu, dan menyingkap rahasia peradaban yang dahulu hidup dari satu dongeng ke dongeng lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seperti yang pernah dituturkan oleh seorang filsuf Yunani yang terkenal Cicero : "Historia est Magistra Vitae " (Sejarah adalah Guru Kehidupan). Ungkapan kuno itu menemukan maknanya di Pinia. Di negeri atap awan ini, sejarah tidak dibukukan, tetapi dihirup, diraba, dijalani. Ia bukan sekadar narasi, melainkan napas yang masih berembus melalui nya...

Kosarek Valley: Sepenggal Surga di Pegunungan Papua

Gambar
Setiap manusia menyimpan kerinduan terdalam untuk kembali, bukan sekadar pulang secara fisik, melainkan menyentuh kembali tanah tempat kehidupan pernah bermula. Ada sesuatu yang sakral saat kita menginjakkan kaki di tempat kelahiran, tempat di mana tangis pertama bertemu dunia, dan di mana rahmat pertama kali menyelimuti tubuh kecil yang baru mengenal udara. Perjalanan ini bukan sekadar lintasan geografis menuju lembah kecil bernama Kosarek. Ia adalah panggilan pulang yang datang dari jauh, menembus waktu, menelusuri jejak para perintis, dan menjawab bisikan sunyi dalam jiwa yang selama ini menanti untuk kembali. Kosarek Valley mungkin tampak seperti dusun mungil di mata dunia, namun bagi kami, ia adalah tempat di mana sejarah keluarga berakar, iman dipupuk, dan kasih Tuhan dinyatakan sejak generasi awal. Di tanah ini, kisah hidup tak hanya ditulis dengan tinta, tetapi dengan air mata, peluh, dan doa-doa yang membubung dari gubuk-gubuk sederhana menuju langit. Melalui catatan anjangsan...