Postingan

SEMUA TENTANG KITA

Masa-Masa Awal Kehidupan

Gambar
Senin pagi di bulan Januari 1997 tertanggal 17 itu bermula di pinggiran Pegunungan Timur, Kampung Kosarek. Sebagaimana hari senin biasanya.  Aku di lahirkan di sana dan aku mengenal baik hiruk-pikuk kehidupan di tempat itu. Terdengar suara anak-anak yang bermain di jalan bercampur dengan riuhnya salakan babi-babi dan anjing-anjing serta ayam-ayam. Aku sedang menikmati mandi seninan ku di atas loyang yang halus di dapur rumah petak kami. Kami hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos. Angin dari lembah bagian lapangan terbang yang bertiup tampaknya enggan mengenai seluruh tubuh ku saat Ibu melabkan dengan sebuah handuk bertulisan UCU.  SSB (Single Side Band) di salah satu sudut ruangan yang nyaris tanpa isi itu menambah semacam iringan untuk acara dengar-dengaran kami. Ayah mematikan SSB itu sebentar saat datang khidmat dari jam 11 terdengar dari SBB. Aku, di usia 3 tahun, lebih tertarik dengan bunyi permainan dari jalanan daripada suara SSB yang berdengung. “oh” seru ib...

Bapak Leluhur Pekabar Injil Suku Meck, GKI Paling Bungsu di Tanah Papua

Gambar
Supiori dan Lahirnya Sang Leluhur Biak merupakan negeri yang melahirkan banyak penyiar atau pekabar Injil, terutama negeri yang terletak di teluk Cendrawasih, yaitu Supiori yang kerap dijuluki sebagai pulau Injili. Julukan ini bukan sekedar pemberian label, tetapi lahir dari sejarah panjang perjuangan dan pekabaran Injil yang telah menorehkan nama-nama pelopor Injil yang memiliki peran penting, salah satunya adalah Pdt. Fincen Jacob Speniel Rumainum yang menempati tempat yang istimewa di sanubari masyarakat Meck. Beliau dikenang bukan hanya sebagai Ketua Sinode pertama GKI di Tanah Papua, melainkan juga sebagai figur leluhur yang meletakkan dasar iman, terutama di wilayah Meck, wilayah pelayanan yang disebut paling bungsu dalam lingkup pelayanan GKI di Tanah Papua. Pdt. F.J.S. Rumainum lahir di Biak, (tempat dan tanggal kelahirannya belum dipastikan dan masih memerlukan rujukan sumber yang lebih akurat). Ia merupakan putra dari seorang guru bernama Willem Rumainum, salah satu lul...

"Kapsul Ajaib" dari Pegunungan Timur Papua

Gambar
Lumut Daun |  Seserepnang/Polytrichaceae  Pegunungan Timur Papua yang asri bahkan penuh misteri tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan rahasia penyembuhan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di dalam alam tersebut terdapat “Kapsul Ajaib” yang memiliki peran penting dalam menjaga dan mengendalikan kesehatan. Ilmu kedokteran Meck kuno menggabungkan pengetahuan tentang alam dengan kepercayaan supranatural dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Para penyembuh pada masa lalu menemukan berbagai tanaman yang tumbuh di sekitar mereka dan memanfaatkannya untuk praktik pengobatan tradisional sekaligus sebagai dasar filosofi kedokteran. Orang Meck masa kuno secara turun-temurun kerap menggunakan pengetahuan mereka tentang tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah untuk menyembuhkan orang yang terluka maupun diri sendiri ketika mengalami cedera. Di antara rerumputan dan lumut yang tumbuh di lembah-lembah basah serta lereng-lereng curam di Pegunungan Timur...

Perabuan: Budaya Pemakaman Tradisional di Papua Pegunungan

Gambar
Pemakaman tidak hanya menjadi proses akhir kehidupan, tetapi juga merupakan refleksi mendalam dari cara pandang suatu masyarakat terhadap kematian, roh dan kehidupan setelah seseorang meninggalkan dunia ini. Hampir sebagian wilayah di Papua Pegunungan, yang kaya akan keragaman budaya dan kepercayaan, terdapat satu bentuk tradisi pemakaman yang unik dan sakral, yaitu Perabuan , atau pembakaran jenazah. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai pelepasan raga secara fisik, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap arwah leluhur serta bagian dari siklus kehidupan yang menyatu dengan alam dan roh-roh nenek moyang. Dalam tradisi masyarakat Papua Pegunungan, Perabuan merupakan ritus sakral yang menyiratkan nilai spiritualitas tertinggi, kesatuan komunitas, dan keterikatan mendalam dengan kosmologi adat. Meskipun ada juga praktek pemakaman seperti penguburan biasa, atau yang diawetkan menjadi “Mumi” sebagaimana dilakukan oleh suku Dani, tetapi secara umum tradisi Perabuan lebih banyak dijumpai...

Nihil Biaya Kuliah, Mustahil Mahal

Gambar
Saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus, jantung berdebar kencang. Apa yang harus dibicarakan, ketika dosen bertanya apa yang dijawab. Bagaimana berhadapan dengan kakak tingkat? Pertanyaan semacam itu menyelimuti pikiran. Apalagi kelas yang dihadapi sekarang berbeda dari yang sebelumnya. Pasti akan merasakannya saat berada di posisi ini. Baru masuk area, sensasinya berbeda. Belum lagi bangunannya, komunitas ilmiahnya dan segala dinamika yang ada di dalamnya. Akan menjadi kebanggaan tersendiri, bila mengatakan bahwa diterima dan menjadi mahasiswa di kampus idola. seperti yang muncul di SMA saat mengisi soal UN, di pojok kanan atas yang tertulis "Dokumen Negera Sangat Rahasia". Mungkin itulah rahasia yang menjadi kenyataan untuk kuliah. Biasa, itu adalah ekspresi untuk mengungkapkan hak, pilihan dan keuntungan untuk merasakan hiruk pikuk bergabung dengan komunitas ilmiah sebagai sebuah nama. Bukankah seperti itu? Tentu menyenangkan menjadi mahasiswa, apalagi lengkap denga...

Memeluk Masa Depan yang Terluka

Gambar
Sejak aku masih kelas XII SMA, aku sudah merancang mimpi-mimpi yang menjulang setinggi langit. Aku merangkai impianku dalam mimpi-mimpi yang aku desain, seperti aku pengen kuliah di luar negeri, menjadi seorang pengusaha, pengen punya stasiun Televis, punya Helikopter dan healing ke tempat-tempat yang belum terjangkau meliput dan menayangkan di TV, sekaligus melayani orang-orang yang susah dengan memberi makan, minumn, uang, pakaian dan semua mereka butuhkan, terutama senyuman, peluka, dan kasih sayang, pengen menikah dengan seorang dokter, pengen jadi seorang senator, pengen, Memang benar bahwa kebiasaan bermimpi yang indah ini menjadi rutinitas diriku untuk menetapkan cita-cita dan menggapai bintang di langit. Rasanya bangga, dengan segenggam harapan mengecap pendidikan di negeri impian yang menjadi destinasi kuliah populer luar negeri. Salah satunya adalah Israel . Meskipun tidak sebagus kampus-kampus ternama di Inggris, Amerika, Italia dan sebagainya. Ini menjadi pelabuhan terakh...

Kehidupan Selimut Awan di Eastern Mountain

Gambar
Saat trekking ke belahan bumi Cendrawasih, ada yang unik dalam menghadirkan kehidupan. Jarang terkena sinar matahari, memiliki iklim dingin, sebagian besar diselimuti awan kumulus, di atas ketinggian sekitar 4.500 meter di atas permukaan laut. Inilah karunia Sang Khalik “Kehidupan Selimut Awan” di Timur Papua. Pernahkah Anda mendengarkan kehidupan yang paling ekstrem di Papua? Inilah kawasan pegunungan Timur yang cukup menarik dan menantang. Jaraknya sekitar 63,0 km dari kota Wamena. Untuk sampai ke sana, bisa terbang dengan Helikopter, pesawat, maupun berjalan kaki selama 3-7 hari, melalui pemukiman kecil, pegunungan terjal, menyeberangi sungai dengan jembatan kayu. Sebagian besar treknya sungguh luar biasa. Trekking ke wilayah Timur tidak semudah di wilayah Barat. Dibutuhkan beberapa hari untuk mencapai desa-desa. Jalannya menanjak dan menurun, terkadang sangat dingin, disini Anda akan menjumpai banyak lika-liku. Setidaknya berpengalaman dalam lemari es, harus tangguh karena pegunu...

Bersama Malaikat Tak Bersayap di Pedalaman Yahukimo Papua

Gambar
Hari itu, tertanggal 19 Desember 2019 Pesawat Cessna milik maskapai  Mission Aviation Fellowship  (MAF) tipe Kodiak PK-MC K-100 yang kami tumpangi landing tepat di ujung lapangan di sebuah kampung di pedalaman Yahukimo-Papua.  Pada tepian itu dipenuhi dengan massa yang mengitari bundaran. Setelah baling-balingnya perlahan terhenti, agen yang bekerja menghampiri pesawat sembari menggengam besi dan mengaitnya pada roda. Sesegera pilot dan agen membuka pintu bagasi dan menurunkan barang bawaan kami, terdengar dari kejauhan saat melepaskan sabuk pengaman, tak sedikit bibir yang berucap menyebutkan nama ketika melihat saya menuruni tangga Pesawat.  Kala saya menepi terlihat begitu banyak lesung pipi yang terpancar karena senyuman manis mereka yang membuat hati saya terpukau pada perjumpaan itu. Selejang pesawat take off, gerombolan malaikat penghuni kawasan Paseka, menghampiriku dan memulai dengan sapaan cipika-cipiki. Melekangkan waktu yang cukup lama meninggalkan tempat...