Postingan

Kehidupan Selimut Awan di Eastern Mountain

Gambar
Saat trekking ke belahan bumi Cendrawasih, ada yang unik dalam menghadirkan kehidupan. Jarang terkena sinar matahari, memiliki iklim dingin, sebagian besar diselimuti awan kumulus, di atas ketinggian sekitar 4.500 meter di atas permukaan laut. Inilah karunia Sang Khalik “Kehidupan Selimut Awan” di Timur Papua. Pernahkah Anda mendengarkan kehidupan yang paling ekstrem di Papua? Inilah kawasan pegunungan Timur yang cukup menarik dan menantang. Jaraknya sekitar 63,0 km dari kota Wamena. Untuk sampai ke sana, bisa terbang dengan Helikopter, pesawat, maupun berjalan kaki selama 3-7 hari, melalui pemukiman kecil, pegunungan terjal, menyeberangi sungai dengan jembatan kayu. Sebagian besar treknya sungguh luar biasa. Trekking ke wilayah Timur tidak semudah di wilayah Barat. Dibutuhkan beberapa hari untuk mencapai desa-desa. Jalannya menanjak dan menurun, terkadang sangat dingin, disini Anda akan menjumpai banyak lika-liku. Setidaknya berpengalaman dalam lemari es, harus tangguh karena pegunu...

Bersama Malaikat Tak Bersayap di Pedalaman Yahukimo Papua

Gambar
Hari itu, tertanggal 19 Desember 2019 Pesawat Cessna milik maskapai  Mission Aviation Fellowship  (MAF) tipe Kodiak PK-MC K-100 yang kami tumpangi landing tepat di ujung lapangan di sebuah kampung di pedalaman Yahukimo-Papua.  Pada tepian itu dipenuhi dengan massa yang mengitari bundaran. Setelah baling-balingnya perlahan terhenti, agen yang bekerja menghampiri pesawat sembari menggengam besi dan mengaitnya pada roda. Sesegera pilot dan agen membuka pintu bagasi dan menurunkan barang bawaan kami, terdengar dari kejauhan saat melepaskan sabuk pengaman, tak sedikit bibir yang berucap menyebutkan nama ketika melihat saya menuruni tangga Pesawat.  Kala saya menepi terlihat begitu banyak lesung pipi yang terpancar karena senyuman manis mereka yang membuat hati saya terpukau pada perjumpaan itu. Selejang pesawat take off, gerombolan malaikat penghuni kawasan Paseka, menghampiriku dan memulai dengan sapaan cipika-cipiki. Melekangkan waktu yang cukup lama meninggalkan tempat...

Istana di Atas Pasir Putih

Gambar
Bukan mimpi, juga bukan sekedar igauan pengembara, bila Anda mendengar kisah tentang Istana di atas Pasir Putih yang menjadi rumah bagi etnis Meck yang mendiami serangkaian pegunungan Inin dan Sevem di Timur Papua. Sebuah kenyataan yang berdiri setegak tebing dan setengah kabut pagi. Istana di atas Pasir Putih ini hadir bukan sebagai dongeng, tetapi sebagai jejak alam yang memeluk sejarahnya sendiri. Istana Pasir Putih terindah yang satu ini memiliki keunikan dan nuansa tersendiri yang jarang diketahui dan disentuh jemari manusia. Ternyata bumi Cendrawasih yang elok menyimpan keajaiban yang belum digeluti, seperti Istana di atas Pasir Putih yang memantulkan cahaya pasir putih ke langit, seakan hendak mengingatkan dunia bahwa keindahan paling murni sering tersembunyi jauh dari hiruk-pikuk peradaban. Hamparan pasir putih di Perbukitan Mingkifu telah memukau banyak mata, wisatawan asing, wisatawan dalam negeri, hingga para pengelana yang datang dengan ragu tapi pulang dengan hati penu...

Ada yang Tahu? Julukan "Nasi Krais" yang Paling Terkenal di Kota Wamena

Gambar
Yang pernah merasakan hiruk-pikuk kehidupan Wamena atau Negeri yang kerap di sapa kota kenangan, pasti bakalan tahu ! Kalo 'Nasi Krais' adalah julukan yang paling familiar di Lembah Baliem. Sebenarnya saya pun tidak banyak mengetahui kausa dan pemicu munculnya sebutan 'Nasi Krais' kala itu. Tetapi, julukannya pernah menggema dan tersohor ketika menjalani kehidupan semasa kecilku di Kota Wamena. Mungkin bagi yang pernah menjalani kehidupan di tahun-tahun 2000-2010 ke atas pasti tahu persis sebutan 'Nasi Krais'. Karena julukan ini diidentikkan dengan "Seekor Tikus dan Beras".  Dewasa ini, kedengarannya macam sebuah lelucon... Iya, memang boleh dikata seperti itu. Walaupun 'Nasi Krais' yang dulunya lazim di ungkapkan, kini sudah menjadi asing. Kononnya, hampir separuh wilayah kota Wamena di huni oleh sekelompok spesies  (Rattus rattus)  atau sering dikenal dengan sebutan Tikus Rumah.  Jenis Tikus Rumah ini adalah hewan pengerat biasa yang mudah di...

Lihat Mesin Tik, Jadi Teringat Ayah

Gambar
Saat melihat  Mesin Tik  ini, saya jadi teringat ayah, sepulang sekolah pasti kedengaran bunyik tok,,, tok,,, tok,,, pokoknya berisik bangat, di salah satu sudut ruang kerja, yang diapik sebaik mungkin. Bila tidak bermain diluar rumah, saya lebih menyibukan diri dengan membantu ayah mengatur dan menyisipkan kertas putih dan kertas karbon hitam diantara silinder  (platen)  dan meja kertas di Mesin. Meskipun untuk pemula pada waktu itu, memang yang paling rumit. Tapi ayahku sudah terbiasa dan maestro dalam mengoperasikan  Mesin Tik . Masing-masing tombol di papan ketik akan mencap permukaan kertas. Jadi ayah selalu menekan cukup keras supaya huruf-hurufnya muncul dengan jelas. Bila mengetik agak perlahan maka huruf-hurufnya terputus-putus dan tidak terlihat dengan jelas. Pada zaman kuno, juru ketik merupakan suatu pekerjaan, karena bisa mengetik dengan cepat tanpa melakukan kesalahan. Kalau belum terbiasa, mengetik jadi lambat kayak siput saking belum hafal tata l...

Ayah Ajari Aku Doa

Gambar
Cerita menarik ini, berasal dari pinggiran Timur, mungkin bumi Cendrawasih, bisa dibilang, tempat pertama kali aku bertemu ayah mengajariku cara berdoa. Sebuah nama yang cukup menggoda untuk aku sapa " Kosarek Valley ", aku tahu benar hiruk-pikuk masa kecil di sini, meski sangat jauh dari kata mewah, tapi di sini kita kaya dengan berbagai kenangan dan renungan. Kehidupan dimulai dari rumah yang beratapkan seng-aluminium, dindingnya dilapisi papan, meskipun memberi kesempatan angin melalui celah-celah kecil, kami cukup nyaman dengan selimut tebal yang dibeli ibu, menutupi seluruh bagian tubuh, sehingga kami merasa hangat kala dinginnya hawa malam di pegunungan. Sebuah jendela yang sering kami intip aktivitas orang yang lalu lalang, dengan kepala kecil diangkat ke samping rumah, di dalamnya terdapat dua kamar, ruang tamu dan ruang makan, ruang Single Sideband (SSB), serta sebuah dapur. Semuanya diapik sebaik mungkin. Tapi yang tidak kalah menarik lagi dari kehidupan ini ...

Misteri Potong Leher di Desa, Awas Ada Potler!

Gambar
Cerita ini sudah tidak asing lagi bagiku, pada awal 2005-2006, "Potler" masih terdengar di kalangan penduduk desa. Ketika aku berusia 8 tahun, kami baru pindah dari kota ke desa karena ayah pindah tempat tugas ke Negeri di atas Istana Pasir Putih. Kebanyakan orang mengatakan bahwa ada Potler sekarang di desa dan biasanya menculik anak-anak kecil, kemudian kepalanya akan dipenggal sebagai tumbal dan dimasukkan ke dalam sebuah karung untuk dijadikan sebagai pondasi jembatan. Mendengar cerita Potler, aku masih kecil menjadi sangat ketakutan, kebiasaan bermain di kota hingga larut malam, sekarang harus berhenti tepat pukul 17.00 sore, kala gelap malam mulai menyungkup dunia. Lebih menakutkan lagi, penduduk desa mengatakan Potler biasanya melakukan aksi bejat di sore hari. Meskipun sering bermain diselimuti rasa takut dengan riuhnya salakan Anjing. Tapi aku selalu berkemas untuk mendekap Ayah. Tentu bermain tidak jauh dari rumah. Jika terdengar berita penculikan atau berita keh...

IMAKHNE: Sebuah Interpretasi Teologi dalam Kebudayaan Suku Meck

Gambar
Tua Adat dengan Busana Lengkap (dokpri) Kehidupan manusia di dunia ini ditandai dengan upaya tiada henti-hentinya untuk menjadi manusia. Upaya ini berlangsung dalam dunia ciptaan manusia sendiri yang berbeda dengan dunia alamiah, yakni kebudayaan. Kebudayaan sebagai suatu fenomena yang universal telah menempati posisi yang paling sentral dalam seluruh tatanan hidup manusia di dunia. Tidak ada manusia yang hidup di luar ruang lingkup kebudayaan, sebab kebudayaanlah yang telah memberi nilai dan makna pada hidup manusia. Keberadaan orang Meck sebagai salah satu suku yang kokoh dan berdiri di atas landasan kebudayaannya sendiri, maka penting sekali artinya bagi kita untuk memahami hakikat kebudayaannya. Seperti halnya, setiap suku dan bangsa di dunia ini memiliki kebudayaan tersendiri, meskipun corak dan bentuknya berbeda-beda dari suku yang satu ke suku yang lain. Namun, pada prinsipnya kebudayaan suku Meck secara nyata menampakkan kesamaan kodrat manusia dari pelbagai suku, bangsa, dan r...

PERT • Tari Tradisional Suku YALLENANG

Gambar
Pert merupakan seni tari tradisional yang diprakarsai dan ada sejak nenek moyang yang tumbuh dan hidup dalam kalangan masyarakat suku Yallenang di dataran tinggi pegunungan Timur Provinsi Papua. Tarian Pert sebagai seni tari yang menggunakan gerakan ( Sunukto ) seluruh tubuh dan Perhiasan Tari ( Kuria ) dan nyanyian yang dilakukan di tempat tertentu dan pada waktu tertentu untuk mengekspresikan perasaan, niat, dan pikiran. Tidak sembarangan untuk melakukan Tarian ini Karena diyakini memiliki nilai-nilai luhur dan spiritualitas yang dijunjung tinggi. Tarian ini dihasilkan dari kombinasi berbagai elemen, yakni tubuh, ritme dan rasa yang mendorong perasaan manusia yang membentuk maupun menyatakan ekspresi dalam bentuk gerakan dan nyanyian.  Gerakan-gerakan pada Pert merupakan estetika yang ekspresif. Agar tariannya bisa harmonis, ada unsur-unsur yang menyatukan perasaan, niat, dan pikiran manusia. Sehingga elemen anggota tubuh dapat berkecimpung membentuk gerakan tarian seperti be...

PHAM • Kekayaan dan Warisan Leluhur Budaya Suku Meck

Gambar
B abi dalam bahasa latin memiliki sebutan " Sus " atau " Sus   Domesticus " adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung lemper. Umumnya di wilayah daratan Pulau Papua, Babi Kebanyakan terdapat di daerah dataran tinggi Pegunungan tengah hingga ke pegunungan Timur. Penulisan mengenai Babi pada bahagian ini, secara distingtif akan dikemas menyangkut kekayaan yang hanya ada dan dimiliki dalam kehidupan kebudayaan suku yang mendiami dataran tinggi Pegunungan Timur Provinsi Papua. Disinilah tempat yang menjadi rumah bagi seluruh masyarakat suku Meck. Orang Meck disini menyebut Babi dalam bahasanya= " Pham ". Pham , itulah satu dari sekian kekayaan dan harta yang masih hidup dan menjadi warisan budaya leluhur orang Meck yang ada sampai detik ini. Bukan suatu kekayaan yang baru lahir pada rentang waktu dalam kebudayaan ini, akan tetapi  Pham  diakui sebagai simbol kebesaran dan perbendaharaan yang khas dan unik. Secuil fakta pun tidak perna...

YALLE NANG | Suku Asli, Penduduk Pulau Papua

Gambar
WARISAN BUDAYA LELUHUR Wall, Heng, Imkrua M enggeluti fenomena kebudayaan yang ada di bumi Papua, tentunya kita akan menjumpai berbagai macam suku, bahasa, tetapi juga adat-istiadat, dan lainnya yang terkandung dan berada dalam kehidupan masing-masing etnisitas. Sama halnya dengan yang ada di serangkaian pegunungan Timur Papua, disini akan kita temui satu suku besar yang kaya akan banyak sejarah di atas tanah leluhur. Bukan salah satu suku yang termasuk dalam kajian dan penelitian para antropolog. Untuk menyatakan pendapatnya, dengan mengatakan bahwa penduduk Papua adalah suku Imigran dari Africa dan lain sebagainya. Wajar saja, secara ras memang memiliki kesamaan, tetapi bukan berarti menyatukan persepsi itu untuk menggolongkan etnisitas Papua dengan Africa. Andai-andai teori pun dipertontonkan. Mungkin saja, sebagian suku lain di Papua yang migran dari africa dan termasuk dalam kategori antropolog tersebut. Namun, perspektif itu berbeda dengan suku yang kerap disapa " Yalle Na...

Etnisitas Berbahasa Kwaneng/Boneng

Gambar
Penelusuran Sejarah K w a n e n g Papua memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang unik, khas dan beraneka ragam. Keberadaannya tak kalah jauh dengan etnisitas bangsa lain dunia ini. Nuansa budaya yang dihayati merupakan perekat dan identitas yang menunjukkan eksistensi suatu suku yang hidup dan berekspresi di atas tanah leluhur. Kebudayaan disini, dikonotasikan sebagai wujud pedoman dan berperilaku setiap individu maupun kelompok ( suku ) yang konkrit dan dapat dilihat dalam kehidupannya dari seperangkat pengetahuan budaya setempat. Tetapi juga, suatu kesatuan konsep dari sistem kebudayaan yang dimanifestasikan dalam lingkungan sosial masyarakat. Lebih terfokus lagi, pada fundamentalitas kehidupan manusia, dalam hal ini akan saya kemas menyangkut signifikasi keempat suku;  Meck ,  Kimyal , Unaukam, dan Ketengban  yang tersarak, meskipun keempatnya secara bersama-sama berbahasa  Kwaneng . Keempat suku yang juga, bermukim diatas serangkaian Pegunungan, bagian Ti...